Rabu, 09 Juni 2010

7 PIKIRAN PENTING PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI

1.Menetapkan Pancasila sebagai dasar negara atau asas negara RI bukan sebagai visi atau haluan
negara tetapi sebagai pondasi atau dasar dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara
2.Jiwa dan nafas Pancasila berkaitan erat dengan Bung Karno karena adanya rasa nasionalisme yang tinggi dengan dibuktikan adanya rumusan dasar negara yang dicetuskan dengan istilah Pancasila ,isi dari rumusan tersebut adalah Nasionalisme atau kebangsaan indonesia,Internasionalisme atau kemanusiaan,Mufakat atau demokrasi,Kesejahteraan sosial dan ketuhanan yang Maha Esa
3.Nasionalisme yang bergandengan erat dengan Internasionalisme artinya Indonesia tidak menganut paham kebangsaan yang menyendiri dan chauvinisme tetapi nasionalisme yang menuju persatuan dan persaudaraan dunia dalam kekeluargaan bangsa-bangsa sehingga tidak perlu ada konflik nasionalisme dengan kemanusiaan / keduniawian
4.Negara kebangsaan dan negara nasionalisme yang modern,terbentuknya negara tidak cukup hanya ada manusia,wilayah,pemerintah tetapi harus ada kemauan untuk bersatu,oleh karena itu penerapan desentralisasi dan otonomi daerah perlu diambil manfaat dan tujuannya agar mampu mencegah yang namanya sukuisme,primordialisme,kedaerahan,agama sentris,atau ikatan identitas yang serba sentris
5.Menolak paham Kosmopolitisme yakni paham yang tidak mengakui adanya bangsa,walaupun kita hidup dalam perkampungan dunia kita tetap harus mempunyai rumah sendiri yang yang memerlukan jati diri,mengenal siapa kita dan bangsa Indonesia,yang memerlukan ikatan solideritas global tetapi tidak melupakan Indonesia,harus setia lebih dekat dengan bangsa Indonesia bukan dengan bangsa lain
6.Demokrasi atau mufakat, menjadikan satu nafas antara mufakat,permusyawaratan dan perwakilan dalam kehidupan demokrasi,tidak harus ada pandangan bahwa semua harus divoting,one man,one person,one vote,ada kalanya musyawarah,consensus building,consensus meeting itu bisa menjadi solusi asalkan dilakukan dengan ikhlas dan tidak ada paksaan maupun tekanan
7.Konsep negara gotong royong esensinya adalah semua buat semua,bekerja keras bersama,saling membantu satu sama lain,aktualisasinya kita harus bisa meningkatkan kemandirian daya saing dan peradaban yang unggul bisa tercapai apabila bangsa Indonesia terus meningkatkan persatuan,kebersamaan dan kerja keras

SANG PENDOBRAK

1. Menjadi politisi pemimpin yang mau dan mampu bukan yang tergantung pada restu
2. Intelektual pemimpin yang mempunyai hati nurani bukan hanya mempunyai sederet gelar
gelar dari luar negeri
3.Ekonom pemimpin yang peduli dengan kondisi pasar tradisional bukan cuma pemerhati pasar
saham saja
4. Menjadi pemimpin Transformatif alias paham masalah-masalah kerakyatan bukan
Transaksional yang ahli jual beli kekuasaan
5. Rajin menyapa rakyat sembari menyingsingkan lengan kemeja dan tidak sudi mempunyai
pemimpin yang berdasi,berjas keluar masuk hotel mewah
6. Kita menunggu sang pendobrak yang bukan dengan gagah mendobrak meja atau pintu tetapi
yang benar-benar berani mendobrak korupsi
7. Kita mendambakan "penggembala sapi"yang bekerja sejak pagi hingga petang dan menutup
pintu gerbang
8. Kita merindukan kedatangan pemimpin bukan pemimpi

Kamis, 04 Februari 2010

Jumat, 15 Januari 2010

SABAR


SIAPA SABAR ...........Menjalani musibah penderitaan,Alloh angkat baginya tiga ratus derajadnya



SIAPA SABAR ............Mengerjakan ketaatan,Alloh angkat baginya enam ratus derajatnya




SIAPA SABAR............Meninggalkan kemaksiatan,Alloh angkat baginya sembilan ratus derajatnya

HIKAYAT DUA MANUSIA


Sebuah hikayat bercerita,Dimasa lampau ada dua manusia satu mukmin,yang satu kafir tapi mereka berdua tinggal bersama.Suatu ketika mereka berdua mengail ikan di Telaga,saat si kafir mengangkat kail sambil menyebut sambil menyebutkan nama berhalanya,ia mendapatkan ikan yang luar biasa banyak.Sementara si mukmin mengangkat kailnya sambil menyebut nama Alloh Ta'ala namun tidak mendapatkan apa-apa. Ketika magrib hampir tiba seekor ikan menyangkut di kailnya,ketika di angkat ke atas,ternyata ikan itu jatuh kembali ke telaga,Simukmin kembali menjala sia-sia,Si kafir pulang dengan penuh membawa ikan hasil kailannya.Malaikat sang penjaga si mukmin yang bertakwa kecewa.Lalu Alloh perlihatkan padanya tempat si mukmin di surga sehingga malaikat itu berkata "Demi Alloh ,tidak berarti apa-apa darinya di dunia,jika kelak ia dapatkantempatnya,"juga Allah perlihatkan kepadanya tempat si kafir di neraka sehingga malaikat itu berkata "Demi Alloh,tidak berguna apa yang ia terima di dunia jika ia dapatkan tempatnya"